Laporan Analisis Hulu Kelapa Sawit
Update Pasar: Februari 2026 – Menjelang Ramadhan
Industri hulu kelapa sawit Indonesia tengah mengalami fase “Super Cycle” lokal menjelang bulan suci Ramadhan. Lonjakan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang terjadi secara simultan di berbagai sentra perkebunan menandakan adanya korelasi kuat antara peningkatan konsumsi domestik dengan kebijakan stabilisasi harga pemerintah.
1. Sumatera Selatan: Rekor Rp 3.577,58/kg
Harga ini merupakan refleksi dari perbaikan rantai pasok dan sinergi Tim Penetapan Harga Provinsi.
Analisis: Kualitas rendemen TBS petani mitra (20-22%) memicu Pabrik Kelapa Sawit (PKS) memberikan harga premium guna menjamin stok bahan baku selama masa puncak permintaan.
2. Resiliensi Aceh Singkil
Meskipun terkendala logistik ke Belawan, serapan PKS lokal untuk industri hilir di Sumut menjaga harga tetap kompetitif di level Rp 2.500/kg. Pengawasan Satgas Pangan berhasil memperkecil disparitas harga antara dinas dan pengepul.
3. Dinamika “Domestic Market Obligation” (DMO)
- Hilirisasi Paksa: Eksportir wajib menyalurkan minyak goreng domestik untuk mendapatkan hak ekspor.
- Efek Ke Petani: PKS beroperasi kapasitas penuh, meningkatkan daya tawar petani karena perebutan kuota pasokan TBS.
4. Pengaruh Harga Referensi Kemendag
Stabilitas harga global CPO di level USD 918,47/MT menjadi jangkar harga. Struktur biaya keluar dan pungutan ekspor yang terprediksi memberikan ruang bagi PKS untuk memberikan margin yang lebih luas bagi petani rakyat.
Referensi & Sumber Terkait
- Arifin, B. (2025) – Dinamika Harga TBS & DMO.
- Siahaan, I. (2024) – Efisiensi PKS & Rendemen.
- Laporan IPB (2026) – Proyeksi Konsumsi HBKN.
- Kepgub Sumsel (Feb 2026).
- Laporan Bulanan GAPKI & BPS.
- Update Harga Aceh Singkil (Feb 2026).